Selasa, 03 Juli 2012

WISATA PANTAI DI PULAU ROTE PART I


Semilir bayu mengoda punggung ilalang kelembutannya memagut jiwa melepas senyum yang senantiasa menyodorkan jiwajiwa petualang tempat mencari suasana asri, hening, indah dan eksotik penuh gairah juga inspirasi dan imajinasi.

Pagi ini di 
dermaga Tenau Kupang Nusa Tenggara Timur ku akan memulai petualanganku ke Pulau Rote Negeri Asal Seribu Lontar. Setelah 45 menit berlayar kapal feri Bahari Expres memasuki putaran arus kuat Puku Afu yang misterius seperti segitiga Bermuda yang penuh dengan halhal mistis. Putaran arus dari Samudera Hindia, Laut Timor dan Laut Sabu yang telah banyak meminta korban setiap tahunnya, membuat setiap penumpang menahan napas, menaikan doadoa keselamatan juga memacu adrenalin bagi mereka yang suka berpetualang. Setelah lepas dari selat Puku Afu penumpang mulai di suguhi panorama pesona landaian pasir putih “Pantai Rote” yang indah, kemudian pulau Kambing yang berkarang terjal di bagian utara yang berlatar hutan mangrove yang menghijau menyusuri “ Pantai Baru” dimana letak pelabuhan Penyebrangan milik Pelni, kapal masih terus menyusuri bibir pantai yang eksotik memanjang menutupi pulau bertanah kapur dan atolatol yang berserakan menyerupai pulaupulau mini menyolok di tumbuhi “santigi” yang hijau dan beringin gunung yang kerdil laiknya bonsai. Hantaman gelombang Laut membentuk atolatol seperti lukisan natural yang cantik di hisasi buihbuih putih sisa hempasan gelombang.
 
Di bibir pantai yang dangkal karena proses sedimentasi yang terjadi ratusan tahun silam tumbuh anakan mangrove yang dilatari dengan seribu lontar yang melambai mengucapkan salam selamat datang di Negeri Nusa Fua Funi. Nun jauh di sana Nampak “Batu Termanu” bukit kapur yang menjulang tinggi menyimpan misteri tentang kekuatan mistis pulau Rote. Konon Batu ini adalah suami istri yang marantau dari seram dan memilih diam dan menetap di tanjung Leli yang indah dan ramah dengan seribu nyiurnya yang mempesona. Dimana senja saga akan terlihat berpulang menujuh silamnya waktu tanpa penghalang hingga lenyap di kaki cakrawala. Sebuah sunset yang indah penuh pesona jika ingin mengabadikannya dengan mata telanjang.

Sejam 45 menit kemudian kapalpun merapat di dermaga Kota Baa, ibukota pulau Rote. Dimana diapit oleh dua bukit kapur yang sangat bersejarah. Bukit “Batu Boloanak” dan “Batu Tiang Bendera” yang menjorok ke laut membentuk tanjung Namodale Baa yang indah. Batu Boloanak adalah tempat yang sangat fantastis dengan dinding batu yang tajam dan terjal, juga terdapat guagua di dalamnya yang bisa di masuki jika air laut saat sedang surut. Di tempat ini juga menjadi tempat penguburan massal saat Gestapu PKI. Sedangkan Batu Tiang Bendera adalah pulau karang yang berjarak 500 meter dari bibir Pantai Baadale dimana diatasnya terdapat sebuah tugu beton yang menyerupai tiang bendera yang di bangun oleh belanda sebagai markas mereka di jamannya, di dalamnya juga terdapat guagua yang bisa di masuki saat air laut surut. Tempat ini sangat mirip dengan Tanah Lot di Bali.

Tidak ada komentar: