Sabtu, 11 Juli 2015

PERANAN ORANG TUA DALAM MEMERANGI NARKOBA



sejak lahir seorang anak dalam keadaan suci bersih, maka orangtualah yang merupakan peletak pondasi dasar dari anaknya sendiri. bagaimana orang tua mengembangkan fitrah dan kemampuan anak untuk melihat dan menata masa depannya dengan baik. Sebab cara pergaulan, aqidah dan tabiat adalah warisan orang tua yang kuat untuk menentukan subur tidaknya arah pendidikan terhadap anak. Disinilah letak kunci menujuh sukses bagi orang tua dalam mengemban tugas dan tanggungjawabnya dalam membimbing anak. setiap orang tua mempunyai keinginan yang sama yaitu ingin anaknya sukses menata masa depannya namun caranya yang berbeda beda dalam menangani anakanaknya dalam menyiapkan pondasi masa depan mereka.
terkadang aktifitas yang tinggi sering membuat kita mengabaikan halhal kecil dalam membangun hubungan komunikasi kita dalam keluarga. Seharusnya sebagai orangtua kita lebih mengenal dan mengetahui masalah narkoba agar dapat disampaikan kepada anakanak kita dalam upaya pencegahan dini. Sebab keinginantahuan mereka akan halhal yang baru membuat mereka gampang terjerumus pada halhal yang negatif dan dapat merusak masa depan mereka sendiri. disisi yang lain aktifitas orang tua yang tinggi sering kehilanngan komunikasi, kehilangan waktu bersama yang berharga, kehilangan fungsi kontrol yang sangat berharga. sehingga kita lebih mempercayai baby sitter dalam membangun pondasi anak kita dari dini.
dengan selalu dekat bersama anak kita lebih tahu pribadinya, karakternya, sifatnya, kelebihannya serta kekurangannya. sehinngga sebagai orang tua kita bisa "membangun jati diri anak" dengan mengenalkannya pada lingkungan keluarga, lingkungannya bermain, lingkungannya bersosialisasi dan lingkungan sekolahnya. sehingga kita dapat mengawasi, menjelaskan dan memotivasinya dengan lebih baik dengan bahasa yang sederhana, dan lebih mengenalkannya pada sebuah pilihan yang mana yang harus dan yang mana yang tidak seharusnya tanpa mengabaikan dunianya sendiri, menjauhkannya dari temantemannya atau lingkungannya. disini peran orang tua dalam membangun komunikasi positif dimana anak adalah sahabat dan orang tua adalah tempat menerima dan menumpahkan segalah persoalan. inilah moment saat dimana bimbingan, etika dan moral di tularkan secara berjenjang sesuai perkembangan phisikis dan fisik anak.
saat terindah adalah saat dimana orang tua "menggali, memperhatikan, mendorong dan menyalurkan "bakat dan minat  dari dalam diri anak" untuk halhal yang positif, membangkitkan semangat anak saat dia mengalami keterpurukan. kita mampu memberi ruang fikir, menjelaskan dan memotivasi anak saat dia gagal dengan memberi dorongan  bahwa kegagalan bukan untuk lah langkah akhir tapi merupakan langkah awal dari sebuah proses. berilah ruang bagi anak agar bisa mandiri, tanpa bantuan orang tua. berilah pengertian bahwa orang tua hadir hanya sebagai pendukung bukan penentu. sebab setiap kesuksesan itu butuh proses yang tidak mudah. dengan memberi pengertian bahwa emas itu terjadi melalui proses yang sangat panjang, sakit, dan melalui tempaan yang berkalikali, sehingga anak akan menghargai setiap prosesnya dengan alami tanpa intervensi yang kuat dari orang tua. sehingga hasilnya juga tidak instan
"merehabilitasi mental anak saat terjatuh" sangatlah penting dengan memberikan penguatan mental dan rasa percaya diri dengan memberikan pemahaman pemahaman positif yang berfungsi sebagai penguatan mental dan rasa percaya diri anak di saat dia mengalami kekalahan dan kegagalan. membuatnya merasa bahwa usaha yang di lakukannya adalah sesuatu yang sangat baik tapi belum saatnya sukses. butuh beberapa pembenahan, usaha, ikhtiar dan semangat dengan belajar dari kesalahankesalahan sebelumnya.
sebagai orang tua kita juga perlu tahu dengan detail lingkungan tempatnya bermain, bersosialisasi, bersekolah dan yang tidak kalah pentingnya adalah "mengenal dengan baik temantemannya" orangtua perlu tahu siapa saja temanteman anaknya; kemana mereka pergi, dan apa saja kegiatan mereka. Bila anak membawa teman kerumah, bergabunglah dengan mereka. Tanyailah dimana mereka tinggal, apa saja kegiatan mereka pada waktu luang dan bagaimana kabar orangtua mereka. Pembiasaan-pembiasaan ini akan membuat anak maupun teman-temannya menjadi akrab dengan orangtua dan menganggap orangtua sebagai bagian dari kelompok mereka. Dan tetaplah bangun sampai saat anak pulang pada waktu malam. Dengan cara seperti ini si anak akan merasa bahwa orangtuanya memperhatikan dan mengetahui semua kegiatan dan teman-temannya. Ini akan membuat si anak akan berfikir untuk tidak melakukan kesalahan-kesalahan kepada orangtuanya.
orangtua juga perlu "membangun mitra dengan pihak lain" khususnya Guru Bimbingan Konseling. Sebab berada di sekolah, gurulah yang menjadi pendidik, dan pengawas anak. Guru adalah sebagai pengganti orangtua di Sekolah. Dari pagi hingga siang anak dalam pengawasan guru di Sekolah. Guru akan mengetahui anak yang terlibat masalah dan membantu mereka untuk menyelesaikannya. Guru akan berperan untuk menjadi tempat curhat bagi anak/siswa yang mempunyai masalah, baik dirumah maupun di tempat lain, dengan begitu guru bisa mengetahui dan membantu si anak bisa menyelesaikan masalahnya. Agar orangtua tidak merasa sendiri menghadapi masalahnya dan akan merasa optimis dapat menyelesaikannya. Hal ini sangat bermanfaat bagi pemantauan anak agar sedini mungkin dapat diketahui gejala-gejala awal manakala seorang anak terlibat penyalahgunaan narkoba.
moment terindah dan terbaik adalah saat dimana "orang tua bisa menjadi teman curhat" anaknya. dengan menciptakan suasana yang bebas dari rasa takut dan khwatir, mendengarkan hingga tuntas apa yang disampaikannya, memberinya ruang untuk merenungi setiap persoalannya, jangan memberi nasihat jika tidak diminta, berhenti menyalahkannya, dan berilah saran sebagai masukan dengan tidak memaksanya.
mampu "menerapkan aturan dan disiplin secara konsisten, kontinyu dan konsekuen"dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi anggota keluarga sehingga aturan tersebut saat di tetapkan tidak menjadi beban tapi malah sebaliknya menjadi sebuah kewajiban yang harus dipenuhi tanpa terkecuali dengan "mengembangkan tradisi keluarga dan nilainilai etika dan moral" secara bersamasama. bergotong royong dalam mengerjakan pekerjaan rumah saat libur, selalu makan bersama, berdoa bersama, rekreasi bersama saatsaat tertentu dengan memilih tempat yang tepat, terkontrol dan tidak menguras pengeluaran. saling mengakui kesalahan dan berani meminta maaf. "selalu melibatkan anak dalam mewujudkan impian keluarga". sehingga anakanak bisa memahami tujuan keluarga dalam mewuudkan citacitanya. sehingga mereka bisa mewujudkannya dengan cara hidup hemat, belajar menabung dan bertanggungjawab.
jika peran ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh orang tua maka dampak negatif dari lingkungan bisa di cegah sedini mungkin. sehingga kita telah "menyelamatkan anakanak kita dari bahaya narkoba" kita juga telah membentuk dan membangun generasi yang berprestasi. tanpa harus kehilangan generasi yang mengalami "degradasi moral" :-
generasi yang kehilangan jati diri dan kearifan kulturnya karena terlibat penyalah gunaan narkoba. generasi yang bersikap emosional, selalu berpikir negatif mudah marah, acuh tak acuh terhadap keluarga, lingkungan dan kehidupannya sendiri, selalu melakukan tindakan kriminal, sering berbohong,
kita juga tak ingin anakanak kita mengalami "Degradasi intelektual" karena terlibat pemakaian narkoba sehingga IQ nya rendah, sulit beradaptasi dengan lingkungan pendidikan, sulit mengikuti pelajaran karena daya tangkapnya lemah, nilai akademisnya rendah, putus sekolah dan selalu terkebelakangan.  disisi yang lain akan mengakibatkan gangguan pada sistim syaraf,  jantung dan pembulu dara,  kulit, paruparu kesehatan reproduksi, fungsi seksual, sering sakitsakitan, tertular Hepatitis B, C dan HIV. fatalnya adalah kematian.