Kamis, 27 Juni 2019

SANG LEGENDA


legenda bisa membuat orang terkesima tapi orang lupa bahwa legenda hanya diciptakan oleh orangorang yang mengambil resiko. berjuang dari titik nadir terendah, mengalami rasa sakit saat jatuh, di bully, dicaci, difitnah namun terus bangkit dan berjalan dalam kehidupannya. ada yang butuh banyak bahu untuk menyandarkan kepedihan, butuh banyak tangan untuk menopangnya agar tidak terus jatuh terpuruk, butuh beribu kata hikmat sebagai inspirator, dan ribuan senyuman sebagai motivasi. tapi banyak juga yang selalu sendirian dalam sujud syukur dengan menerima segala konsekuensinya, selalu bangkit dari debu meskipun  terjerembab, menggadaikan nyawa pada kematian saat integritas diri diuji, tetap teguh pada komitmennya saat terhina dan tetap berjalan dalam keteguhan prinsip saat kebenaran sedang diuji.
hidup adalah sebuah pilihan dengan segala konsekuensinya.dalam perjalanan kadang kita terjebak pada pilihan sendiri. disini prinsip, integritas dan komitmen kita diuji. maju atau mundur sebagai pecundang. hanya mereka yang benarbenar beranilah yang merasakan ketakutan, bisa menghargai kemenangan dan tahu menyembunyikan kekalahan. sebab pemain sejati menerima kemenangan dan kekalahan sama adilnya. selalu tunduk menghormati lawan juga saling menguatkan. pemain sejati akan bersukacita bersama teman yang gembira. sesuai porsinya. karena kebesaran, kemuliaan dan kekuasaan bukan semata urusan menang dan kalah, melainkan memahami setiap proses sakitnya saat prinsip, komitmen dan integritas diri di uji kelayakannya.
hanya mereka yang pernah benarbenar bermainlah yang bisa merasakan ketakutan, kehilangan, dibully, dicaci sakit dan terluka sehingga mereka akan menghormati setiap kemenangan juga kekalahan.
pernahkah kita berada pada posisi mereka sebagai pemain??... banyak orang memilih sebagai penonton. banyak orang memilih sebagai penjilat. sebab dengan menonton kita selalu bisa melihat kelemahan pemain, sebab dengan menjilat kita bisa mendapatkan keuntungan tanpa berkeringat. disinilah banyak yang memilih menjilati kemewahan daripada merasakan sakit, kehilangan, ketakutan, dibully, dicaci dan terluka. disinilah sang legenda selalu menempatkan diri diantara penonton dan penjilat dengan mengambil segala resikonya. bersama penonton sang legenda tahu bahwa dia selalu siap dikritik, di bully dan dicaci. semakin histeria penonton maka pamornya semakin melambung. bersama penjilatpun sang legenda tahu bahwa mereka tidak bisa diandalkan secara logis dan rasional selain militan dan tangguh dalam mempertahankan posisi, meskipun konsekuensinya jika kalah maka akan dengan mudah ditinggalkan.
Politik itu memang kejam. Orang tega melakukan apa saja untuk menang. Tapi saya percaya bahwa kadang orang menyakiti orang lain bukan karena berani namun justru karena takut. Kain membunuh Habel karena takut tersaingi; Yudas menjual Yesus karena takut niatnya tak tercapai. Karena ketakutan orang terpaksa menyakiti orang lain. Termasuk suporter yang menghina karena takut kalah.
Setiap orang punya ketakutan tersendiri. Ketakutan terdalam yang mungkin ia sendiri tak merasakannya. Ketakutan yang mungkin terkubur karena kehadiran orang-orang di sekitar mereka. Namun ketika mereka berdiri sendiri di hadapan kesunyian hidup, mereka akan jujur pada diri sendiri siapakah mereka sebenarnya. Mereka hanya manusia biasa yang bisa tersakiti.
Dalam hidup ini, kadang kita tak punya pilihan selain harus terus maju. Memang, setiap orang punya ketakutan sendiri, tapi kadang tak ada pilihan lain selain mengatasi ketakutan itu dan terus melangkah. Sebuah Tim sepakbola tak lantas berhenti bermain gara-gara satu anggota tim kena kartu merah, atau diganti karena cedera. Pertandingan harus terus berlangsung. Kita bagai anak-anak yang dipaksa untuk tidak takut padahal jauh di dalam hati kita ada seribu tanya dan ketakutan yang tak akan dimengerti oleh orang lain. Dan bukankah dunia ini adalah belantara dimana langkah kaki di menit ini bisa bersama domba atau atau anjing gembala yang setia, namun langkah berikut kita telah berada di tengah-tengah serigala dan singa?
Hanya mereka yang pernah benar-benar bermainlah yang benar-benar merasakan ketakutan-ketakutan itu. Hanya mereka yang berada di landasan paculah yang tahu menghargai kemenangan dan tahu menyimpan kekalahan.
Pemain sejati menerima kemenangan dan kekalahan sama adilnya, dan tunduk menghormati lawan yang kalah sebagaimana menghormati kawan yang gembira. Pemain sejati menyimpan semua dalam hati, sebagaimana Maria menyimpan semua perkara besar dalam hatinya. Karena kebesaran dan kemuliaan itu bukan urusan menang kalah, melainkan urusan siapa yang menjalaninya dengan penuh integritas. Di situlah permainan hidup sejati dinikmati.

Selasa, 14 Mei 2019

FANATISME BUTA

kasihan akhirakhir ini banyak orang selalu bicara keramahan dengan kemarahan...begitu banyak persoalan sepela jadi pemicunya, bahkan sampaisampai "Otoritas Allah"pun dipaksa tunduk dibawah permintaan mereka. yang lebih lucunya lagi "Iblis" pun takut bahkan tak lagi bekerja menggoda dan menjerumuskan orang ke jalan yang sesat. sebab tugasnya telah diambil alih oleh manusia. miris memang.
begitu banyak iklan tentang "Otoritas Allah" telah diambil alih oleh figurefigure orangorang yang disebut suci. orangorang yang hanya memandang sesamanya berdasarkan kepentingan dan nafsu berkuasa. iklan dan poster poster ini dijaga sangat ketat oleh tentara Allah. orangorang yang selalu menolak segala dalil dan teori real, bahkan kitab suci sendiripun dianggap fiksi. halhal yang baik dianggap ngibul, bahkan dengan heroik melakukan people power dengan teriakan jihadnya. teriakan takbir dan jihad terus dikumandangkan di setiap detik waktu memanasi setiap sendisendi kehidupan beragama yang ada, minoritas dan mayoritas mulai di issukan untuk memberangus siapa saja yang dianggap musuh.
banyak orang mulai kesurupan dan terus berteriak pembenaran dan pembelaan, tapi tak tahu siapa yang dibenarkan dan dibela. bola panas ini terus di gulirkan.ada yang lantang berteriak menggorok leher pemimpin negara, bahkan bocah berseragam pasukan sok suci yang siap meregang nyawa. meskipun nanti bertemu aparat akan kencing dicelana. mereka sangat bernafsu menghalalkan segala cara. seruanseruan seperti ini juga diteriakan oleh kakekkakek yang sakit jiwanya.
virus ini terus merambah seluruh sendisendi kehidupan bangsa ini. orangoarang akademisi mulai sibuk mencari klenik dan buntut onta untuk dijadikan penangkal santet katanya. sementara kuli panggul, penjual sayur dan buruh kasar sudah merasa berkantor di senayan dengan segala fasilitas surganya bumi. saling ngibul dengan debat kusirnya untuk mencari pembenaran diri semakin tajam dan klimaks
setiap orang merasa begitu perkasa dengan perisai HAM dan bersenjatakan people powernya sehingga berkalikali membuat rusuh dan selalu lolos bagai belut yang diminyaki. mungkin karena itulah mereka memproklamirkan dirinya sebagai orang yang "kebal hukum". mereka juga merasa ada satria badjai hitam yang punya kekuatan super yang bisa menyelamatkan. bahkan selalu yakin melebihi keyakinan imannya sendiri bahwa si badjai hitam ini selalu melindungi mereka. sosok si badjai yang bicaranya seperti singa gurun muda yang garang. mempuyani kelebihan yang setara dengan nabi salomo yang arif bijaksana dan berhikmat. bisa bicara dengan "kucing, ular cobra, onta mabuk bahkan kambing gila. edan memang tapi inilah kelebihan yang diyakini oleh pengikutnya. kegilaan ini terus di gembargemborkanke seantero negeri. membuat pengikutnya selalu kesurupan dan melibas siapa saja yang berseberangan.
sayang kemampuan orang itu ada batasnya. hikmat orang itu akan hilang jika nafsu duniawi menguasainya. kesucian dan kekebalan itu akan punah jika dia sendiri telah merampas "Otoritas Allah" satu persatu kekuatannya dilucuti. satu demi satu kawan akan pergi. secepat kilat kebenaran itu memburuh dan melibasnya dengan diam. tinggal sisasisa masa kejahatan itu terpatri dalam jejakjejak digital untuk anak cucu sebagai sebuah proses pembelajaran.
naasnya mereka yang menggantungkan harapan pada si badjai hitam. masih saja terus mencoba mengerahkan segenap sisasisa kemampuan diri untuk berjuang dengan over kepercayaan. walaupun telah kehilangan induk. sang singa gurun sudah kalah, kini berubah menjadi kucing rumahan yang selalu menjilat kaki setiap orang yang datang. begitupun dengan tim pengembiranya mulai sibuk menyelamatkan diri.
kisah heroik para fanatik yang selalu mengabaikan rasionalitas dan akal sehat mulai berakhir tragis. saat masih berguna mereka dirangkul. dijagokan. dieluelukan. tapi saat tak berguna mereka seolah olah tak saling mengenal. yang ketiban sial tentunya saudara, keluarga dan sahabat dekat. kompetisi telah berakhir. maka berakhir pula kerjasamanya. tinggal sanak keluarga yang masih perduli dalam ratap saat dirimu terjatuh.
seharusnya orangorang ini tahu diri. harus tahu batas  dan kapasitas. si singa gurun mungkin masih mempunyai sisasisa kemampuan. masih punya koloni dan power masalalunya untuk menolong si "penyu fanatik" yang sedang terbalik dan meregang nyawa. tapi tentunya si singa gurun juga berpikir tidak ada manfaatnya membantu. menjauh adala pilihan yang tepat. agar nama baik yang tersisa tidak tercemar.  si singa gurun mungkin galak, grasa grusu tapi tidak bodoh.
sudah selayaknya "penyu fanatik" malang ini menjadi contoh agar tidak ada lagi penyupenyu bodoh lain yang terbalik. kasihan keluargamu. sementara teman pengembira mu sudah tidak lagi perduli. mereka sibuk dengan agendaagenda sendiri. dirimu cuma dimanfaatkan dan itulah kebodohanmu yang tidak pernah disadari.
sadarlah kalian penyupenyu fanatik. kalian sedang melukai diri dan keluarga sendiri. kalian bukan si "kurakura ninja" yang heroik. sang pembela kebenaran. kalian hanya sampah yang didaur ulang untuk dimanfaatkan dalam pertarungan ini. sebab "kurakura ninja" hanya ada di negeri dongeng. kalian cuma wayang yang memerankan peran bodoh dan tak bernalar. seperti si najis "babi bodoh" yang terlanjur maju dengan beringas dan penuh nafsu sehingga terjebak sendiri ke jurang dan tak ada yang menolong.
yakinlah ketupat dan opor ayam itu sangatlah nikmat saat dimakan bersama keluarga dengan ungkapan syukur daripada cacahan kangkung dan nasi aking di lapas. berhentilah sebelum bibir jurang, jangan jadi "babi bodoh" yang selalu dimanfaatkan. jangan meniru si "penyu fanatik" yang meregang nyawa bagi orangoarang yang hanya menontonmu menemui kematian
lakukan jihat itu gampang kok. tak perlu membunuh atau mencelakai orang lain.  cukuplah bekerja dengan niat mencari nafkah yang halal untuk anak istri dan keluarga.  jelas amanah dan pahalanya.