Minggu, 06 Maret 2011

AKU HANYA KARANG RAPUH YANG TERLIHAT TEGAR MENANTANG OMBAK



inilah yang ku takutkan
dari dirimu
kau meninggalkan cinta ku
berjalan sendiri,
sedangkan kau tahu
cintaku selalu saja tersesat

jangan ingatkan aku lagi,
sebab aku telah memohonnya lebih lama
jauh sebelum kamu meninggalkan ku
benar, aku hanya tebing rapuh
terlihat tegar saat di hempas gelombang
tapi sesungguhnya pasrah menghadang ombak
lalu hancur menjadi serpihan pasir di dasar samudera

saat ini aku tak ingin mengupas lagi
luka yang bertahun_tahun telahku obati
cukup bagimu, untuk tetap mengenangku
yang dulu pernah menulis sajak cinta
namun tak sempat terbalas, jauh sebelum kita berpisah

EMAIL DAN TELPON RINDU KU



seiring tuanya waktu
terus masih kugapai rindu
lewat emailmu
setia menanti
berebut waktu
lumati kesendirian
karena saat ini kutahu
tehknologi telah mematahkan sepi
dengan menghantarkan rohmu berdialog
aku bahkan tak perduli
lagi apa, dimana dan sama siapa dirimu .. ???
yang terpenting komunikasi tetap jalan
itu akan memberi bara pada cinta kita
agar tetap terjaga……

Jumat, 04 Maret 2011

SENJA,...........



senja merambat
menuju malam
demikianpun kesepian
meranggas bagai gugur daun
hanyut di sungai
terus mengalir menuju muara
kembali ku kemas seraut wajah
dalam kanwas kehidupanku
setelah kepergianmu
ada rindu, mengendap di dasar telaga
kini tumbuh, merambati jiwa
menguliti kesendirianku

Kamis, 03 Maret 2011

LOGIKA DAN RINDUKU,..........




haruskah ku dustai diri
tentang galaunya jiwa
karena rindu yang mengembara
dalam sepi yang mengambang
dimana aku tak sanggup melepas angan tentang mu
dari sebuah rasa rindu yang mengoda
menyusup hingga lubuk hati
jadikan rasa yang menyiksa
jiwa yang galau
rindu yang terjerat
sepi yang merambati belukar
juga bayang seakan nyata
ku coba menepis bayang
berharap dalam hening, tergambar pelangi

ketika rindu berdiam dihati
sanggupkah logika menolak hadirnya

Selasa, 01 Maret 2011

TERIKNYA HIDUP,........



siang ini
aku berteduh dari sisi terik kehidupan
mencoba menahan perih
yang meranggaskan hati tanpa jedah
setelah lelah mengais reziki,
menyapa garangnya hidup
ku tunggui mimpi yang tak pernah tersenyum
di pekatnya bibir luka
lelah nian,..
adakah waktu yang berpihak padaku
dengan menawarkan dahaga dari keringnya hidup
aku tak tahu, ..
sebab yang ku lalukan saat ini
hanya mampu selonjorkan kaki dari penatnya hidup