raga ku gentar
menyulam amarah
terpojok phobia
mengiris realita menjadi pesakitan
pucat .. terbungkus kafan
tiada aura perlawanan
menciut terhantam loyalitas
masuk dalam dimensi waktu tanpa ruang
menatapi jutaan arwah pengecut
mencoba mencari wujud Ilahi
tanpa aroma kebusukan
imajikah aku?
atau aku telah mati dalam hidup
melawan sugesti penguasa
aku tak sadar sedang menguburi
diriku sendiri dengan lubang yang ku gali
kata hati tak kan terkebiri Apabila kejujuran menjadi panglima,sikap terbuka sebagai ksatria dan kerelaan menerima kritik sebagai Laskar utama apakah itu ada di diri kita?
Senin, 27 September 2010
PENGHIANATAN CINTA
otak ku buntu
nalar ku mendadak terlunta
setelah klimaks kesalahan tanpa sesal mu
meng hajarku pada sebuah pilihan malam ini
kucoba merentang pilihan
dengan melupakan kenangan yang terajut
kau terisak
sempat ku lihat bening air mata mu
ku temukan bayang wajah ku
dalam rindu yang berserak
tak sempat ku pungut
serpihannya masih tersimpan
dalam sesal yang terkapar
hati ini menjadi nelangsa
haruskah ku tanggalkan kebencian
yang terlanjur terbentengi
hanya karena isak mu terburai
setelah penghianatan yang terjadi
nalar ku mendadak terlunta
setelah klimaks kesalahan tanpa sesal mu
meng hajarku pada sebuah pilihan malam ini
kucoba merentang pilihan
dengan melupakan kenangan yang terajut
kau terisak
sempat ku lihat bening air mata mu
ku temukan bayang wajah ku
dalam rindu yang berserak
tak sempat ku pungut
serpihannya masih tersimpan
dalam sesal yang terkapar
hati ini menjadi nelangsa
haruskah ku tanggalkan kebencian
yang terlanjur terbentengi
hanya karena isak mu terburai
setelah penghianatan yang terjadi
MARHABAN YA RAMADHAN
(Dialog Hati )
Marhaban ya Ramadhan
mungkin kau akan pergi
seperti Roh manusia tinggalkan Raga
membawah semua keinginan diri
mungkin juga saat ini kau tengah marah
,akibat aib dosa ku
tapi ingatlah malam_malam kita yang penuh percakapan
saat lelahnya jiwa,kamu mengajak ku berdialog
kata mu "aku akan pelanai kudaku dan pergi saat fajar"
tapi ingatlah, dunia ini berputar
saling mengisi dan melengkapilah
sebab tanpa yang satu tak ada yang lain,
pernahkah kamu berdialog dengan hatimu?
Kemudian berbagi dengan mereka yang miris hidupnya?
mungkin kau pernah berpaling
saat Riziki tak terkais ketika mereka memohon bantuan mu
kuat lengan mu kau sembunyikan
saat mereka terjatuh dan kalah dalam berjuang melawan tirani
ketika hidup mereka di zolimi
ingtlah
hadirku bukan membuat mu mengurung nafsu sesaat
tapi pernahkah kau berpikir telah menggumbar nafsu berabad_abad lamanya
engkau hanya menahan lapar sesaat
tapi mejah makan mentereng mu penuh menu lezat hasil rampasan
engkau menahan dahaga sesaat
padahal Rak.- rak mu penuh anggur memabukan dari air mata mereka yang kau peras
pernahkah kau berpikir pada mereka yang hanya dua hari makan sekali
itupun dari remah_remah sisa sampah mu
ingatlah
aku tetap tak akan berkunjung di hati mu
jika tidak pernah kau syukuri berkat mu
tetapi sibuk menghitung berkat orang lain
pernahkah kamu memikirkan mereka yang saat ini nasibnya buruk,kalah dan tak berdaya
kemudian memberikan kebaikan,kemenangan juga mengangkat mereka dari ketidak berdayaan?,
pinta ku "katamu lagi"
aku akan datang dan tinggal di hatimu
jika kamu berjanji
untuk peduli,mengasihi,berbagi juga mensyukuri berkat mu
janganlah kamu sibuk menghitung berkat orang lain
dobraklah keserakahan
kurunglah hawa nafsu
kuburlah ego pada telaga maaf
niscayah bekal mu akan penuh menujuh akhirat
ketika fajar kamu sempat berteriak padaku
"Sahabat gengam erat bekal itu, perbanyalah pahala sebab
itulah yang menuntun mu pada Tuhan mu"
MARHABAN YA RAMADHAN
Bulan Magfiroh dan penuh Berkah
Bulan penuh Rahmat
Masikah kamu milik ku, saat ini
sabana rote 13/8/2010
Marhaban ya Ramadhan
mungkin kau akan pergi
seperti Roh manusia tinggalkan Raga
membawah semua keinginan diri
mungkin juga saat ini kau tengah marah
,akibat aib dosa ku
tapi ingatlah malam_malam kita yang penuh percakapan
saat lelahnya jiwa,kamu mengajak ku berdialog
kata mu "aku akan pelanai kudaku dan pergi saat fajar"
tapi ingatlah, dunia ini berputar
saling mengisi dan melengkapilah
sebab tanpa yang satu tak ada yang lain,
pernahkah kamu berdialog dengan hatimu?
Kemudian berbagi dengan mereka yang miris hidupnya?
mungkin kau pernah berpaling
saat Riziki tak terkais ketika mereka memohon bantuan mu
kuat lengan mu kau sembunyikan
saat mereka terjatuh dan kalah dalam berjuang melawan tirani
ketika hidup mereka di zolimi
ingtlah
hadirku bukan membuat mu mengurung nafsu sesaat
tapi pernahkah kau berpikir telah menggumbar nafsu berabad_abad lamanya
engkau hanya menahan lapar sesaat
tapi mejah makan mentereng mu penuh menu lezat hasil rampasan
engkau menahan dahaga sesaat
padahal Rak.- rak mu penuh anggur memabukan dari air mata mereka yang kau peras
pernahkah kau berpikir pada mereka yang hanya dua hari makan sekali
itupun dari remah_remah sisa sampah mu
ingatlah
aku tetap tak akan berkunjung di hati mu
jika tidak pernah kau syukuri berkat mu
tetapi sibuk menghitung berkat orang lain
pernahkah kamu memikirkan mereka yang saat ini nasibnya buruk,kalah dan tak berdaya
kemudian memberikan kebaikan,kemenangan juga mengangkat mereka dari ketidak berdayaan?,
pinta ku "katamu lagi"
aku akan datang dan tinggal di hatimu
jika kamu berjanji
untuk peduli,mengasihi,berbagi juga mensyukuri berkat mu
janganlah kamu sibuk menghitung berkat orang lain
dobraklah keserakahan
kurunglah hawa nafsu
kuburlah ego pada telaga maaf
niscayah bekal mu akan penuh menujuh akhirat
ketika fajar kamu sempat berteriak padaku
"Sahabat gengam erat bekal itu, perbanyalah pahala sebab
itulah yang menuntun mu pada Tuhan mu"
MARHABAN YA RAMADHAN
Bulan Magfiroh dan penuh Berkah
Bulan penuh Rahmat
Masikah kamu milik ku, saat ini
sabana rote 13/8/2010
MENATAP BENDERANG DI TENGAH MENDUNGNYA HATI
{ SEBUAH DIALOG HATI }
Masih tersisa bias
kala retina ini merajut derita
sulami warna perih pada kelopak mata
sisa tangis kemarin
Resah biaskan rasa
menerpa jiwa
dalam lamunan malam
menghias kesendirianku
Ku coba menggali saat manis yang terkubur
Dengan hadirkan email rindu lain
Disisi hati
Namun aku telah menenun rasa yang terjerat
Bagai menggali kembali saat manis yang telah terkubur....
dalam kerak kebencian
yang tenggelamkan asa pada tubir terdalam
hingga tak mampu terselami
walau sekedar lepaskan penatnya hati
memang …..
ada keinginan yang aku rasakan kini
lepas dari kegelisahan hati
yang membayangiku
dalam ruang asaku
hiaskan keindahan kalbu
aku ingin berlabuh
tambatkan hati di dermaga mu
tapi …
aku takut kamu tidak bisa menerima ku
yang hidup dalam bayang_bayang masa lalu …
Masih tersisa bias
kala retina ini merajut derita
sulami warna perih pada kelopak mata
sisa tangis kemarin
Resah biaskan rasa
menerpa jiwa
dalam lamunan malam
menghias kesendirianku
Ku coba menggali saat manis yang terkubur
Dengan hadirkan email rindu lain
Disisi hati
Namun aku telah menenun rasa yang terjerat
Bagai menggali kembali saat manis yang telah terkubur....
dalam kerak kebencian
yang tenggelamkan asa pada tubir terdalam
hingga tak mampu terselami
walau sekedar lepaskan penatnya hati
memang …..
ada keinginan yang aku rasakan kini
lepas dari kegelisahan hati
yang membayangiku
dalam ruang asaku
hiaskan keindahan kalbu
aku ingin berlabuh
tambatkan hati di dermaga mu
tapi …
aku takut kamu tidak bisa menerima ku
yang hidup dalam bayang_bayang masa lalu …
EMAIL KEPADA SAHABAT MAYA KU
Sahabat maya ku
Aku ingin tersenyum untuk mu
Walau tak pernah melihat mu,
Ku tahu membayangkan mu adalah menjaring angin
Semoga kau tahu itu
Dan menangkap senyum ku
Disini aku mau berkata
Bahwa suasana di kota mu indah
Walau mendung mengantikan atap mu
Kamu tetap mengajak ku menikmati dengan riang
Colekan, guyonan juga rintihan mu telah menemani kesendirian ku
Walaupun ribuan mil jauhnya
Sebab jarak tak pernah menguliti sukacita yang keluar dari hatimu.
Sebelum kuakhiri email ku siang ini,
Anggaplah aku telah memelukmu dengan kata...
Sebuah pelukan yang mengawali hari dalam kehangatan.
Aku begitu merindukan mu …
10/07/2010
Sabana rote by Penyair Kesepian
Aku ingin tersenyum untuk mu
Walau tak pernah melihat mu,
Ku tahu membayangkan mu adalah menjaring angin
Semoga kau tahu itu
Dan menangkap senyum ku
Disini aku mau berkata
Bahwa suasana di kota mu indah
Walau mendung mengantikan atap mu
Kamu tetap mengajak ku menikmati dengan riang
Colekan, guyonan juga rintihan mu telah menemani kesendirian ku
Walaupun ribuan mil jauhnya
Sebab jarak tak pernah menguliti sukacita yang keluar dari hatimu.
Sebelum kuakhiri email ku siang ini,
Anggaplah aku telah memelukmu dengan kata...
Sebuah pelukan yang mengawali hari dalam kehangatan.
Aku begitu merindukan mu …
10/07/2010
Sabana rote by Penyair Kesepian
PELARIAN KU .......
Akal ku kau kuliti
Dalam ritme cadas,
juga rintih riang celoteh malam
Ketika wine mengalir deras
Pada liku sunyi telaga kenikmatan
Otakku pun mulai kau amputasi
Dalam tarian gaib erotismu
Aku tak mampu musiumkan rinai birahi
Seperti gegas waktu berotasi
Risau di sembeli waktu
Memohon aroma nikmat hujan
Setelah kemarau membakar benua
Lucuti remuk hati
Juga air mata sesal penghianatan
Dalam ritme cadas,
juga rintih riang celoteh malam
Ketika wine mengalir deras
Pada liku sunyi telaga kenikmatan
Otakku pun mulai kau amputasi
Dalam tarian gaib erotismu
Aku tak mampu musiumkan rinai birahi
Seperti gegas waktu berotasi
Risau di sembeli waktu
Memohon aroma nikmat hujan
Setelah kemarau membakar benua
Lucuti remuk hati
Juga air mata sesal penghianatan
DENDAM MU MUNTAHKAN BISA
berlaksa galau
meremukiku secepat petir
mengiris rindu dengan cuka sembilu
saat hati di gerayangi luka
ratap ini masih tetap bisu
dalam retak rapuhnya asa
menganak sungai kau muntahkan bisa
saat perpisahan kau semai
riang hatiku meleleh dalam kubangan kenangan
sunyi tinggal detak jantung berpacu dengan sunyi
mengusung sebuah keranda hati
berbalut duri
merambati matahari yang mencair ...
aku terlukah ...
dan hanyut .
meremukiku secepat petir
mengiris rindu dengan cuka sembilu
saat hati di gerayangi luka
ratap ini masih tetap bisu
dalam retak rapuhnya asa
menganak sungai kau muntahkan bisa
saat perpisahan kau semai
riang hatiku meleleh dalam kubangan kenangan
sunyi tinggal detak jantung berpacu dengan sunyi
mengusung sebuah keranda hati
berbalut duri
merambati matahari yang mencair ...
aku terlukah ...
dan hanyut .
KENANGAN TENTANG MU
diam detak jantung
hantarkan kenangan waktu
yang tak pernah kembali
ketika kelam malam setubuhi fajar
anganku sempat melukis bayang mu yang tak pernah hilang
walau gegas waktu mencurinya
tapi kenangan kita tetap saling dekap erat
pada tautan jemari kerinduan
mengeliat hangat dalam genggaman
menebar ingatan
dimana bahagia pernah tersimpan
laiknya hujan pada kemarau
yang selalu menjadikannya semi
hantarkan kenangan waktu
yang tak pernah kembali
ketika kelam malam setubuhi fajar
anganku sempat melukis bayang mu yang tak pernah hilang
walau gegas waktu mencurinya
tapi kenangan kita tetap saling dekap erat
pada tautan jemari kerinduan
mengeliat hangat dalam genggaman
menebar ingatan
dimana bahagia pernah tersimpan
laiknya hujan pada kemarau
yang selalu menjadikannya semi
PERSAHABATAN YANG RETAK
sedih ku bergumul dengan hati
kamu menjamuku dengan perpisahan
diluar kebiasaan kita sebagai sahabat
hanya satu hal yang aku ingat
aku begitu membenci kebodohan ku sendiri
terlalu larut dalam kenikmatan
yang ku maki saat ini
diantara
kelembutan rasa yang kau tawarkan
tersimpan dendam
begitu kuat kau betentengi hati mu
dengan isak
diam kau jagal aku
cara yang seharusnya tidak dilakukan seorang sahabat...
15-09-2010
kamu menjamuku dengan perpisahan
diluar kebiasaan kita sebagai sahabat
hanya satu hal yang aku ingat
aku begitu membenci kebodohan ku sendiri
terlalu larut dalam kenikmatan
yang ku maki saat ini
diantara
kelembutan rasa yang kau tawarkan
tersimpan dendam
begitu kuat kau betentengi hati mu
dengan isak
diam kau jagal aku
cara yang seharusnya tidak dilakukan seorang sahabat...
15-09-2010
CATATAN DARI ARENA SIDANG II
Segala sesuatunya menjadi serba tidak jelas, keadaan kantor lagi muram,
para pemimpin tidak berani angkat bicara mengenai apa sebenarnya yang dialami oleh Negeri ini,
apakah akan berjalan dengan baik_baik saja ataukah akan berakhir fatal akibat chaos politik yang masih melanda
walau perhelatan itu sebenarnya telah berakhir dua tahun lalu,
tapi puing_puing kehancuran dari perang itu masih membekas di setiap insan yang mendiami negeri ini.
Itulah yang mengakibatkan saling sikut, jegal dan juga membunuh karater seseorang yang dianggap musuh terus berlanjut.
Dan badai itupun menghempas Rote pada titik nadir yang terdalam
Nusa Fua Funi tak mampu lagi melepaskan penatnya hati, walau hanya selonjorkan kaki dari rutinitas yang memuakkan.
Tak ada lagi waktu untuk tentram secara pshikology,
seluruhnya telah tersita oleh persoalan_persoalan yang tidak substansial.
Pelayanan mulai terganggu, dengan peristiwa_peristiwa yang layak sensor.
Aku hanya tertawa getir,
beginikah cara seorang pemimpin dihargai ketika kepalanya yang terangkat di paksa tunduk
karena hal_hal yang sepele,dengan cara_cara yang tidak bermartabat.
Solidaritas Korps diam terpaku,
bawahan yang seharusnya mengangkat kepala yang tertunduk gemetaran kayak pecundang,
Tata keprotokoleran yang ketat hanya bahodeng semata,
Aparaturnya keluh kayak pengemis yang minta dikasihani
.. sungguh naas ..
ngak ada yang berani unjuk gigi
takutnya mendapat gelar “ PAHLAWAN KESIANGAN”
AIHHH … akumulasi persoalan telah menghancurkan sendi_sendi kepercayaan
juga wibawa suatu pemerintahan yang bermartabat.
Belum lagi dengan persoalan "Clean Good Governench" Silahturahmi pejabat_pejabat teras ke pihak yang berwajib selalu mendapat gelar mantereng sebagai "TERSANGKA"
ADOWWWW … Aku lelah,
ku butuh tempat untuk bersandar,
mungkin di sebuah sudut hati yang mampu menenangkan jiwa yang tak tenang.
atau sebuah pak laru sederhana biar bisa hilang luka ini sesaat saja ....
21/08/2010 ... GEDUNG SASANDO ROTE
para pemimpin tidak berani angkat bicara mengenai apa sebenarnya yang dialami oleh Negeri ini,
apakah akan berjalan dengan baik_baik saja ataukah akan berakhir fatal akibat chaos politik yang masih melanda
walau perhelatan itu sebenarnya telah berakhir dua tahun lalu,
tapi puing_puing kehancuran dari perang itu masih membekas di setiap insan yang mendiami negeri ini.
Itulah yang mengakibatkan saling sikut, jegal dan juga membunuh karater seseorang yang dianggap musuh terus berlanjut.
Dan badai itupun menghempas Rote pada titik nadir yang terdalam
Nusa Fua Funi tak mampu lagi melepaskan penatnya hati, walau hanya selonjorkan kaki dari rutinitas yang memuakkan.
Tak ada lagi waktu untuk tentram secara pshikology,
seluruhnya telah tersita oleh persoalan_persoalan yang tidak substansial.
Pelayanan mulai terganggu, dengan peristiwa_peristiwa yang layak sensor.
Aku hanya tertawa getir,
beginikah cara seorang pemimpin dihargai ketika kepalanya yang terangkat di paksa tunduk
karena hal_hal yang sepele,dengan cara_cara yang tidak bermartabat.
Solidaritas Korps diam terpaku,
bawahan yang seharusnya mengangkat kepala yang tertunduk gemetaran kayak pecundang,
Tata keprotokoleran yang ketat hanya bahodeng semata,
Aparaturnya keluh kayak pengemis yang minta dikasihani
.. sungguh naas ..
ngak ada yang berani unjuk gigi
takutnya mendapat gelar “ PAHLAWAN KESIANGAN”
AIHHH … akumulasi persoalan telah menghancurkan sendi_sendi kepercayaan
juga wibawa suatu pemerintahan yang bermartabat.
Belum lagi dengan persoalan "Clean Good Governench" Silahturahmi pejabat_pejabat teras ke pihak yang berwajib selalu mendapat gelar mantereng sebagai "TERSANGKA"
ADOWWWW … Aku lelah,
ku butuh tempat untuk bersandar,
mungkin di sebuah sudut hati yang mampu menenangkan jiwa yang tak tenang.
atau sebuah pak laru sederhana biar bisa hilang luka ini sesaat saja ....
21/08/2010 ... GEDUNG SASANDO ROTE
Langganan:
Postingan (Atom)