Jumat, 14 November 2014

RINDUKU HANYA UNTUKMU




sungguh rindu ini lahir dari rahimmu yang puisi
tak banyak kata. tanpa suara tangis.
laiknya bayi baru lahir. hanya derak keyboard
saat jemari ini berlari mencari jati diri dalam kata
melepas sepi yang memeram

adakah kenangan yang tersisah
dari masa silam yang gemilang? untuk ku jadikan pegangan
sebagai jejakmu yang menawan harihariku
aah semuanya telah terengut. jauh. terpisah jarak
yang abadi adalah ingatan.
sabar dan ikhlas adalah titipan Tuhan yang harus ku jaga

tak apalah. toh tehknologi telah mengantar jiwamu
dimana aku selalu mencuri setiap detiknya
untuk menyapamu
mengabarkan rindu yang mengalahkan waktu
merebahkan kegamangan hari ini
lalu menyandarkan kekhawatiran pada hari esok
tahukah kamu bahwa setiap hariku adalah kamu
dimana setiap detiknya hanya kamu.
sungguh
hanya kamu

Tidak ada komentar: