Minggu, 02 Februari 2014

DALAM PERJALANAN PULANG



malam saat di atas taxi soreang-bandara soekarno-hatta

rindu ini begitu misteri. hingga ku kehilangan logika
sesuatu yang diamdiam, mengintai dalam jarak
kenangan seharusnya kita jadikan cermin
yang memantulkan setiap pertemuan yang dermaga
dimana hati kita melarutkan segalah gelisah
hingga kesepian mengelupas dalam tawa

aku ingin menjadi tangan yang selalu menggapai jarak
lalu menghapus rinai kesedihan pada matamu
hingga bias senyummu terus menetas
menjadi rindu yang selalu ku gandrungi
seperti candu yang menstimulasiku tetap bergairah

aku memahami jeritan rindumu
yang selalu menyimpan kerikil tajam dalam setiap perjalanan
aku memahami berlembar kegelisahan dalam binar matamu
yang selalu menyimpan embun saat hatimu lelah berjalan
sayang,… jika saja kita sabar,
pasti kita kuat melangkah di jalan itu
jalan yang selalu memabawah kita pada kepedihan

Tidak ada komentar: