Rabu, 14 April 2010

MAKAN SIANGKU

MAKAN SIANGKU
Sepiring retak aking? 
Sepotong impian basi telah berkali-kali di hangatkan, 
Secangkir peluh pekat temani makan siangku. 
Sementara diluar mentari telah sepengal. 
Menikam ubun-2 rutinitas. 
Hanya aku yg berteduh 
Bagai dungu relakan otak beku tak mengepul. 
Hampa. 
Kembali rinai hujan bersetubuh dengan bumi siang ini. 
Lunturkan debu-debu,
Tapi tidak ego-2 manusia yg tamak oleh harta

Tidak ada komentar: