Selasa, 25 Maret 2014

DESAKU DI TEPI PANTAI




senja yang menagih. rindu yang tak pernah menutup pintu
selalu saja pulang ke dada inangnya yang dermaga.
kesepian yang memeluk getir. lekat, seperti kenangan
saat perahuperahu kecil membuang sauh
dikelilingi bukitbukit kering. biru laut. angin kering sabana

sudah berpuluh tahun tak mencium amis pasang laut
bisikan ombak diantara gemerisik pasir. yang tak pernah tua
begitu lampau dalam peta mata kenangan. tak pernah melupa
layaknya menonton sinetron yang penuh airmata
tanpa merdu okulele anakanak nelayan. saat sauh membuang letih
seperti musafir dalam setiap doanya. demikian rinduku pada dermagamu

senja dan keheningan. selalu diam belajar menunggu
layaknya angin yang bertiup. sulit terikat, namun selalu dibutuhkan
seperti malam yang memberikan dingin
agar aku selalu dapat memeluk rindu. melelapkan letih kekasihku

Tidak ada komentar: