Kamis, 14 Februari 2013

RINDU DIRIMU


embun masih mengunci lelap kantukku
namun sapa mesramu menyambangi ku pagi ini
setelah semalam kita cumbui rindu hingga fajar
padahal penatku belum lunas mengemas wajah rindumu

banggkitkan debar rindu yang laju menziarahiku
sebab kita hanya maya yang terperangkap nyata
dalam dekap bawah sadar yang mengembara
sebagai muara tempat kita menampung semua rindu

kita selalu mengurai rindu yang tak pernah habis
bagai embun yang setia mengaliri bibir daun
dimana kita selalu semaikan benih cinta
hingga kemarau tak lagi meranggaskan hati

sebab rindu adalah rasa yang selalu singgah
pada debaran hati yang paling di tunggu
kala harihari kian tersesat dan tenggelam dalam kenangan
saat jarak datang menyambangi

Tidak ada komentar: