Sabtu, 17 November 2012

BUNDA ................



bunda
kemana petuahmu yang aku sebut kolot
kemana rangkaian lokomotif perintahmu
yang aku sebut nyanyian kampungan
sudah bisukah
saat uban menggiringmu menapaki senja usia

aku menyesal menyebutmu demikian
setelah pergimu aku menyesalinya
mengapa aku tak ingin menemanimu
memandang mentari yang mengatupkan mata jingganya

tanpa keluh dalam peluhmu
dzikir menjadi nyanyian bibirmu
tak lekang waktu pujianmu pada sang khalik
retinamu dalam rabun
masih saja tajam menukik pada ayatayat Suci

aku iri melihatmu banyak menanak bekal
dalam sisa perjalanan mu
bunda Tuhan begitu mencintaimu  



Tidak ada komentar: