Sabtu, 17 November 2012

UNTUK MU WAKIL RAKYAT



pernakah kamu pikirkan itu

dengan hati yang tulus kami memilihmu
dengan tubuh yang goyah dan perut lapar kita menopangmu
meski kamu diamdiam mengafani kami dengan hidup yang tandus
setelah kemarin menyuling keringat, airmata dan darah ini menjadi anggur
dalam pertemuan rahasiamu dengan pelacur yang bernama eksekutif
itupun kami hanya bisa memandang bintang tetap duduk di kepalamu

berlidah anjing kamu selalu menyalak atas nama konstituen
agar pembangunan berjalan di tempatmu
dan kamupun berubah menjadi benalu didalamnya
dengan menumpang pada hara penderitaan kami

pernahkah ada niat menabur benih diladang kami
atau sekedar bertamu dan mendengar keluh kami
demi dapur yang tak pernah ngepul berharihari
“tidak” kamu hanya datang dengan keranjang kenangan
saat bintangmu mulai redup
lalu menawari angan dari usus busukmu
“ inikah suara yang kita satukan?” dengan ikhlas

telah ku jelajahi ruang nuranimu hingga kamipun berpikir
harus menyiapkan tempat sampah khusus untuk mu
yang tak akan pernah bisa lagi didaur ulang
untuk membuang semua kebusukan yang ada di kepalamu
agar kamu bersih dan jangan sesat

Tidak ada komentar: