Kamis, 10 Oktober 2013

PEREMPUAN BERHATI KERELAAN





siang yang terik, membakar jantung perempuan pejalan kaki
ada cemas yang tersisa, dari raut wajahnya yang gelisah
kemana segala musim mangaburkan asa
merubah kantorkantor menjadi kotak undian
saat nasibnya meringkuk diantara kertaskertas lamaran
sementara waktu terus merangsak maju
mengantar pemakaman mimpi yang terbentur kerasnya hidup

langkah waktu makin cepat di jalan tol
tak ada celah untuk menunda lajunya musim
terlalu banyak halte yang menawarkan kegelisahan
namun semuanya bertuliskan
“disini telah terkubur sebuah asa” namun ia tak berputus asa

cinta selalu  menggerakan hatinya
untuk bangun menghambat laju waktu yang berjalan
demi anaknya yang masih bercanda dengan mimpi
ia tak ingin membangunkan matahari dalam buaianya
hanya untuk melihatnya menghangatkan air kehidupan
selebihnya ia menuangkan panas jiwanya dalam kendi
disana selalu tersimpan kehangatan

saat anaknya membuang dahaga setelah lelah mengejar mimpi
tak lupa ia titipkan beberapa lembar uang seribuan
yang selalu dimeteraikan dengan doa paling putih
untuk membeli harapan dan bekal di bangku sekolah
agar kelak bisa membuat senyum anaknya merekah

Tidak ada komentar: