Rabu, 05 Januari 2011

AKU KAU DAN DENDAMU


 Aku tak pernah mengerti
Mengapa cintaku tumpah dihatimu
Yang aku tahu aku mengenalmu
Seperti air yang memadamkan api
Dingin, sejuk, teduh, dan lembut
Sisahkan kepulan­_kepulan rindu juga bara cinta

Aku juga tak pernah tahu
Saat bentangan nasib rekat satukan kita
Dalam intens pertemuan_pertemuan rindu
Perhatian_perhatian kecil, apresiasi_apresiasi manis
Mengusik rasa, menawan berlaksa galau hati
Pesona mu kian dasyat menjeratku dalam rasa sayang
Membuat jiwaku terbelenggu rasa setia

Aku juga masih saja tak mengerti
Sebab setiap dustamu adalah mijizat yang kupercaya
Sehingga belatimu menghujamku dengan keras
Aku masih saja nanar tak percaya
Memandang bengis senyum juga tawa kemenanganmu
Takdirkah aku, harus menerima balas dendam masalalumu
Jujur aku tak akan pernah menyesali takdir ini
Karena rasa sayang itu masih tetap kujaga
Aku memilih memaafkanmu
Pun membiarkanmu memilih
Untuk tetap berjalan bersama karmamu

Tidak ada komentar: