Jumat, 21 Januari 2011

BADAI DI NEGERIKU



Ketika musim mengirimkan suar menebar badai
Tanah,api,air dan udara bersatu
Melelehkan azab berbisa
Pun maut selalu mengintip setiap nyawa
Mengisi segala celah ruang,
Zaman, musim, dan siklus waktu
Yang tak pernah terukur oleh apapun dan siapapun
Kita masih saja sibuk
Mewarnai hidup dengan keserakahan dan kezoliman
Bukannya menanak bekal merayu doa
Agar sirna segalah bahaya yang mengancam
Kita memang telah buta membaca jejak sejarah
Sehingga selalu tersesat arah
Sadarlah, lucuti kebatilan
Simaklah deru sejarah dalam nurani murni
Selalulah berdoa dan bersekutu dalam amal dan ibadah
Agar musim tak lagi murka
Pun mahkluknya tak lagi rusuh
Sebab hidup kita hanya titipan Sang Ilahi

1 komentar:

Anonim mengatakan...

love it, salam kenal

saya ngopy photonya, keren bgt :)