Selasa, 04 Oktober 2011

AIR MATA KENANGAN


luluh hatiku, tertimbun isakmu
yang menegur egoku dengan ponggahnya
bukan hanya karena cinta yang telah tumbuh
bukan pula hatiku yang telah terpaut
tapi aku yang terlalu lelah meyakinkanmu
karena terus kita menganyam kegalauan demi kegalauan hati
pada ceceran masalalu yang selalu menjerat
usai menatap kemesraan kita pada silamnya waktu
saat ini aku hanya menjaga sisi hatiku dalam rasa
kemudian menumpahkan birahi kerinduan pada rahim aksara
hingga terlahirlah anakanak puisi pengobat luka
yang nyaris goyah usai datang rindu menyergap
namun haruskah terus ku tuliskan puisipuisi cinta
usai menangkap bayangbayang kerinduan
dibalik memoar kita saat kelam datang memeluk

ah jangan biarkan amnesia mengerogoti cintaku

1 komentar:

Anonim mengatakan...

aku akan selalu mengingatkan cinta kasih itu agar selalu terpeta kedalam hatimu..tanpa lelah dan berdoa semoga semua menjadi nyata salam kasih selalu dariku