Selasa, 04 Oktober 2011

WARISAN


hanya ini yang ku wariskan
sepetak ladang retak
yang telah menjadi tempat pemakaman umum
ketika sungai kehilangan alirnya
bersisah debu yang lahir dari darah dan airmata
ladang ini tinggal nostalgia
dalam pigura berdebu, sisa tutur leluhur
sebab tak ada lagi embun
yang mengetuk jendelamu kala fajar

hanya ini yang tersisah
dari peradaban yang beruban
ketika gedung pencakar langit mengangkangi gubukmu
peninggalan terakhir saat panceklik mencekik
tanpa alamat yang tertulis di sudut kanan amplop
dalam kemasan tutur yang manis
seperti namanama jalan pada jalanjalan protokol
sebab zaman telah melupakan sejarahnya

Tidak ada komentar: