Sabtu, 04 Agustus 2012

KARENA KERAKUSAN SEGELINTIR ORANG MEREKA PUN ADA


Senja yang indah di saat remangremang malam mulai menguak takbir adzan, ku menemukanmu di depan warung kopi pinggiran jalan pusat kota. Sementara di televisi barusan ku lihat laju inflasi saat dana moneter mengeliat dalam tajuk berita layar kaca. Engkau berdiri terpaku entah menatap para pakar ekonomi yang tak pernah mengenal nasi aking, atau para pengamat yang tiada mengenal atap plafon bocor beralaskan karton, ataukah para pengelana yang rehatkan badan sambil menikmati beraneka sajian yang di sajikan di meja warung sesuai pesanannya.

Apakah ada yang salah dengan negeri ini, ataukah engkau  yang salah dilahirkan ke dunia ini. Perasaan ku tiada yang salah engkau dilahirkan ibumu, bahkan diapun tak pernah bermimpi sebelumnya bahwa adanya kau hadir disebuah negeri yang makmur ini hanya untuk menjadi pengamen dan pengemis di jalanan. Yang ku dengar  dari mimbar rumahrumah Tuhan bahwa; “Tuhan tidak akan merubah nasib umatnya bila umatnya itu sendiri yang tidak berusaha merubahnya”.  Namun sekarang bukan zaman Nabi Musa atau Zaman Ken Arok dimana bayi yang terbuang  akan menjadi raja. Sedangkan pemberi petuah dari atas mimbarmimbar rumah Tuhan, hidupnya nyaman berkendaraan mewah dengan istriistri yang cantikcantik.

Dalam sepanjang pengembaraan hidupku, tak pernah ku dengar seorang anak yang dilahirkan mempunyai citacita menjadi pengamen dan pengemis di jalanan. Hanya salah kelolah dan menatanya dengan arif dan adil maka manusia sepertimu menjadi ada. Benar kata Mahatma Gandhi “ kekayaan negeri ini akan cukup untuk memberi makan seluruh penduduknya tapi tidak akan cukup buat seorang yang rakus”. Dan aku pun berpikir mungkin Tuhan amat mencintai  dirimu, dan Tuhan mengasihani mereka, karena sebenarnya merekalah sesungguhnya pengemis di dunia maupun di akhirat nanti,….

Wasalam,..
selamat berbuka puasa.

Tidak ada komentar: