Rabu, 02 November 2011

ISYARAT YANG TAK KAU PAHAMI


senja itu, waktu memindahkan cinta dalam senyummu
membuat siluetnya indah, manapaki silamnya waktu
kenangan itu membuatku bertahan
jujur kamulah puisi hidup yang mengembara
mampu meredakan magma di dadaku

pagi ini, sebuah syair cemas lahir dari senyumku
laiknya ranting melepas gugur daun tulus mengalir
rasa itu membuatku goyah
kaucintai mayaku tanpa meraba nyataku
yang sepanjang hari menimbun sepi
hinga lelah melahap lukaku sendiri, tanpa memiliki
ketika langkahmu sembunyi dalam sunyi
hanya sesali diri dalam rindu yang kehilangan
sehingga akupun pergi dengan rindu yang tak bernyali

kali ini kau menatapku laiknya batu
tanpa keyakinan hanya kekalnya kehilangan
tak bisakah kau pahami?, hati lebih jujur bicara
meski isyaratnya pekat, bersama nyali terakhirku
saat kartukartuku mati dalam kekaguman yang tak kau pahami

haruskah? aku pergi dengan rindu yang tak bernyali
hingga tak sedetikpun menoleh kepada cinta yang merahim

Tidak ada komentar: