Rabu, 02 November 2011

SASANDU TAK BERDAWAI


simfoni itu merintih
dalam seribu birama elegi
saat lentik jemari anak cadas mimilin rindu
serat nada geliat “sasandu”
merangkai debar memenjarakan jiwa
tembang pelipur di tanah orang
teringat akan siul gembala
menyibak ranggas perdu pada sabana
dimana kerinduan terpeta pada retak tanah
menyeret imajiku pada kenangan masa kecil
retinaku serupa luka yang kekal
dalam tangis yang meretakkan cadas
negeriku penuh dengan busung lapar
membuat setiap orang saling memangsa
sebab batang lontar tak lagi menghasilkan “Tua Meni”

Tidak ada komentar: