Rabu, 02 November 2011

KETAKUTAN MU


saat kesedihan menghempasmu
hujan tanya membasahiku dengan kuyup
namun dalam gamang, kurasakan hatimu
menolak ketika Tuhan menggariskan takdirnya
saat itu bahuku tak cukup kuat menahan tumpahan sesalmu
kau butuh kehangatan jiwa, menyelimuti gigil bathinmu
hingga ku penuhi mandulmu
dengan janin keteguhan dari rahimku
setelah lelah menumpahkan sesal
kaupun mengeja kenyataan sebagai peta pulang
dimana ikhlas diterima dengan ketelanjangan tanpa cela
sebab Tuhan tak pernah menguji umatnya
melebihi kekuatannya sendiri
saat itu kau mengaminkannya tanpa sesal
sebab semuanya tak abadi
kecuali sepi sebagai kesejatian hidup

Tidak ada komentar: